Sabtu, 10 Januari 2015
Dolly ditutup, WTS Menjamur di Nganjuk
Surabaya,(10/1) malam, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan penutupan Lokalisasi Dolly di Surabaya telah meningkatkan jumlah wanita tuna susila (WTS) di daerah lain. Contohnya adalah di daerah Nganjuk.
"Artinya, masalah mereka (WTS) itu bukan berarti mereka tidak mau berhenti dari perbuatan tercela itu, tapi kemiskinan telah menjebak mereka," ujar Khofifah dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di pelataran Masjid Muayyad, Wonocolo, Surabaya, seperti dilansir dari Antara Sabtu (10/1) malam.
Di hadapan ribuan warga Wonocolo, Surabaya, dia menjelaskan telah bertemu dengan Bupati Nganjuk yang menyampaikan keinginan menutup delapan lokalisasi di daerahnya secara bertahap. Sebab penghuni lokalisasi semakin tahun semakin naik.
"Tanpa merinci delapan lokalisasi yang dimaksud, sang bupati menyebut tujuh tahun silam hanya ada 100 WTS di daerahnya, tapi kini sudah mencapai 1.200-an WTS, bahkan kenaikan drastis itu terjadi setelah Lokalisasi Dolly ditutup," kata dia.
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk tidak berjihad dengan memaksakan agama dengan kekerasan, seperti ISIS. "Jihad itu bukan dengan mengangkat senjata, karena kemiskinan tidak dapat dituntaskan dengan senjata," katanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar